Tampilkan postingan dengan label Tambolaka. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tambolaka. Tampilkan semua postingan

Minggu, 10 Mei 2015

Workshop Monitoring dan Evaluasi

Oleh: Navita K. Astuti

Pada hari Rabu, 6 Mei 2015, telah dilaksanakan workshop Monitoring & Evaluation yang dibawakan oleh Any Sulistyowati, Theresia Iswarini dan Gita Meidita.
Pada sesi pagi, Any membuka workshop dengan mengajak peserta untuk melihat kembali apa saja yang sudah dipelajari dari proses penguatan kapasitas LSM bersama Hivos dan Kail.

Kemudian, setiap LSM yang menjadi peserta program penguatas kapasitas melakukan presentasi mengenai capaian yang sudah dilakukan dalam setengah tahun yang tengah berjalan.

Pada siang hari, workshop dibawakan oleh Gita Meidita tentang standar monitoring dan evaluasi dari Hivos. Pada sesi ini, Gita memaparkan apa perbedaan antara proses evaluasi dan monitoring. Kemudian, Gita memaparkan apa saja tahap-tahap yang dilakukan dalam monitoring dan evaluasi, aspek apa saja yang perlu diperhatikan dalam melakukan monitoring dan evaluasi. Semua itu kontekstual dengan bidang yang ditekuni/didampingi, misalnya : petani garam, penenun ataupun petani, memiliki ciri khas yang perlu diperhatikan dalam proses monitoring dan evaluasi.

Workshop pada hari ini ditutup oleh Theresia Iswarini dengan membawakan topik mengenai standar pelaporan narasi maupun keuangan dari Hivos.


Sharing Ilmu Pembuatan Video Oleh Heri Irawan

Penulis: Navita K. Astuti

Selasa, tanggal 5 Mei 2015, pukul 20.00, ruang pertemuan Hotel Sinar Tambolaka malam itu terasa semarak. Meski telah menjalani pelatihan kepemimpinan berbasis gender selama seharian penuh, tak tampak tanda-tanda kelelahan pada wajah peserta.

Sejumlah 13 orang aktivis LSM Sumba tampak bersemangat mengikuti sharing dan mini-workshop pembuatan video yang dipandu oleh Heri Irawan untuk program pembuatan video.
Berawal dari perjalanan pembuatan video pada bulan Desember 2014, oleh Heri Irawan dan tim, yang dilakukan di kampung-kampung asal para aktivis tersebut, maka timbul keinginan dari para peserta untuk diajari cara pembuatan video.

Gayung pun bersambut. Pada seri pelatihan bulan Mei 2015 ini, harapan peserta untuk mendapat pelatihan cara membuat video tercapai.

Sesi sharing pembuatan video dimulai dengan penayangan video yang dibuat dari liputan kegiatan Kail-Hivos dalam acara Penguatan Kapasitas LSM Sumba yang berdurasi sekitar 5 menit.

Kemudian Heri Irawan melanjutkan dengan sharing ringan, berupa pertanyaan awal tentang siapa saja di antara peserta pernah membuat video.

Pak Kris menanggapi dengan berbagi pengalamannya dahulu ketika belajar membuat video.
Pengalaman Pak Kris saat belajar video, ia menyusun skrip-nya dahulu, sound, hingga data-data pendukung, kemudian turun ke lapangan dan merekam sesuai perencanaan.

Heri memaparkan, bahwa perencanaan video meliputi : (1) Ide dan tema cerita (2) Sinopsis (3) Kerangka cerita (4) Skenario (5) Analisa skenario (6) Storyboard.

Sesi sharing pendahuluan kemudian dilanjutkan dengan materi teknis. Setiap peserta praktek cara mengedit video yang mereka miliki. Rekaman video tersebut mereka peroleh dari HP maupun kamera yang mereka punya.

Dari program Vegas, yaitu program untuk mengedit video, Heri Irawan memberikan tips cara-cara memotong gambar, memasukkan teks, memasukkan musik untuk latar video.
Sesi ini diakhiri pada pukul 22.00, setelah peserta mendapat sharing ilmu yang cukup dari Heri Irawan.


Sabtu, 09 Mei 2015

Pengorganisasian dan Gender

Penulis: Navita K. Astuti

Pada tanggal 3 Mei 2015 hingga 5 Mei 2015 telah dilangsungkan coaching dan workshop pengorganisasian masyarakat dan gender bagi LSM-LSM di Sumba, bertempat di Hotel Sinar Tambolaka, Waitabula. Kegiatan ini dibawakan oleh Intan Darmawati, Theresia Iswarini, dibantu oleh Michael Zakarias dan Heri Irawan.

Di hari pertama, tanggal 3 Mei 2015, telah dilakukan pendampingan (coaching) oleh Intan Darmawati kepada tiap-tiap LSM yang bersedia. Sifatnya opsional, bagi LSM yang berminat untuk melakukan konsultasi.

Di hari kedua, tanggal 4 Mei 2015, diadakan workshop tentang pengorganisasian berbasis gender, yang diawali dengan menonton film Chocolate dan Burning Season. Dari kedua film tersebut, peserta diajak untuk merefleksikan tujuan dari sebuah pengorganisasian, prinsip-prinsip dan nilai apa yang perlu dipegang dalam pengorganisasian. Kemudian, Theresia Iswarini mengajak untuk merefleksikan, keberpihakan seperti apa yang dituju dalam sebuah pengorganisasian.

Di hari ketiga, tanggal 5 Mei 2015, pada sesi pagi masih melanjutkan pembahasan tentang pengorganisasian masyarakat serta hubungannya dengan kebudayaan yang mendarahdaging di dalam sebuah masyarakat tertentu. Dalam hari itu, Theresia Iswarini, mengajak peserta pelatihan untuk memikirkan tahapan sistematis dalam sebuah pengorganisasian. Pada sesi siang menjelang sore, workshop diakhiri dengan materi berjudul Kepemimpinan Perempuan yang dibawakan oleh Intan Darmawati.

Kamis, 30 April 2015

Lima LSM Sumba Belajar Melakukan Monitoring, Evaluasi dan Membuat Laporan

Penulis: Any Sulistyowati

Coaching dengan Yayasan Bahtera
Pada tanggal 20-25 April 2015 yang lalu, Tim Fasilitator KAIL berkeliling Sumba untuk melakukan pendampingan terhadap lima LSM peserta program peningkatan kapasitas LSM Sumba. Lima LSM ini adalah penerima hibah dari Hivos untuk program penguatan ekonomi perempuan di Pulau Sumba selama setahun mulai bulan September 2014. Pendampingan kali ini berfokus pada memperdalam proses monitoring, evaluasi dan pembuatan laporan proyek. Setiap organisasi mendapatkan jatah pendampingan selama sehari yang dipandu oleh seorang mentor.

Coaching dengan Sandika
Selama proses mentoring, para peserta dari setiap organisasi diajak merefleksikan pengalamannya dalam pelaksanaan proyek sampai saat ini. Pertama-tama, peserta diminta untuk menceritakan hal-hal yang mereka anggap sebagai capaian proyek mulai September 2014 – Maret 2015. Setelah itu mereka melakukan analisis capaian proyek dengan membandingkan dengan daftar indikator yang terdapat di dalam proposal/kontrak. Pada tahap ini mereka melihat kegiatan-kegiatan apa saja yang sudah berjalan dan belum berjalan dan apa alasannya. Mereka juga melakukan penilaian sejauh mana indikator keberhasilan proyek telah dicapai sampai saat ini. Setelah itu mereka melakukan identifikasi gap dalam pengelolaan proyek. Hal-hal apa saja yang perlu ditingkatkan dan diperbaiki. Setelah itu mereka berlatih membuat laporan berdasarkan hal-hal yang sudah diceritakan. KAIL akan menyusun laporan proses pendampingan ini dan mengirimkannya kepada masing-masing organisasi. Laporan tersebut diharapkan dapat membantu organisasi-organisasi tersebut dalam melakukan monitoring dan evaluasi selanjutnya dan menyusun laporan akhir pelaksanaan proyeknya nanti.